Surabaya Menuju Kota DigitalSurabaya, Investor Daily – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota digital. Pemkot menyiapkan tiga langkah untuk mewujudkan Surabaya Multimedia City.
Walikota Surabaya Bambang DH mengatakan, tiga langkah itu adalah Surabaya Broadband Government and Education, Surabaya Broadband Citizen, dan Surabaya Broadband Community.
Demikian dikatakan Walikota Surabaya Bambang DH di sela peresmian Kampung Digital di Desa Made, Sambikerep, Lakarsantri, Surabaya, Senin (6/4). Peresmian Kampung Digital itu disaksikan Direktur Human Capital & General Affair PT Telkom Faisal Syam dan Executive General Manager (EGM) Telkom Divre V Jatim Triana Mulyatsa.
“Semua jaringan infrastruktur teknologi telekomunikasi sudah terpasang. Sekarang tinggal bagaimana memanfaatkannya. Dan, ini sangat pas untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota digital,” kata Bambang.
Langkah pertama adalah Surabaya Broadband Government and Education. Ini memberi edukasi internet kepada komunitas pelajar dan para pamong praja di seluruh kecamatan si Surabaya. Telkom melatih 1.000 apartur kelurahan dan kecamatan di Kota Surabaya tentang akses internet.
“Selain itu, pengguna layanan digital sedang dipersiapkan secara menyeluruh seperti penggunaan sidik jari untuk single identity number (SIN), CCTV, dan lain-lain,” kata dia.
Setelah itu, Pemkot Surabaya menyediakan akses internet berkecepatan tinggi di berbagai area publik, seperti taman kota, mal, kampus, terminal dan bandara. Ini untuk menggerakkan Surabaya Broadband Citizen.
Sedangkan untuk Surabaya Broadband Community, Pemkot bekerja sama dengan Telkom akan mengedukasi warga, komunitas seperti pelajar, di lokasi Taman Kebon Bibit/Techno Park, dan menggelar beberapa event lomba penggunaan internet bagi komunitas-komunitas tertentu.
Bambang menjelaskan, banyak manfaat yang bisa diambil dari kehadiran teknologi. Teknologi bisa memaksimalisasi ajang transaksi bisnis online antarpasar tradisional ataupun mencari pasar baru di dalam dan luar negeri melalui internet. “Contohnya, konsep urban farming di Desa Made sangat mungkin dilakukan di wilayah Kota Surabaya yang sudah sangat terbata lahannya,” kata dia.
Desa Made terletak di Kecamatan Sambikerep, Surabaya Barat ini terkenal dengan sebutan Desa Made Urban Farming. Hal ini dikarenakan sebagian besar warganya memperoleh penghasilan dari pertanian.
Sementara itu, Triana mengatakan, dengan adanya hotspot dan broadband learning center (BLC) mini, kata Bambang, bisa menjadi tempat berlatih internet bagi seluruh warga, pelajar atau pejabat publik. “Untuk broadband citizen, Telkom berkomitmen menyediakan akses free Speedy hotspot Wi-FI di 100 lokasi taman kota, jalan pedestrian, dan area publik,” kata dia.
Dengan akses internet hotspot serta BLC mini yang dibangun Telkom, Triana berharap perekonomian Desa Made bisa tumbuh pesat melalui pemanfaatan e-commerce. Dengan dibangunnya Kampoeng Speedy, masyarakat Desa Made juga dapat memasarkan produknya melalui internet.
Triana menjelaskan, pada tahap awal, sedikitnya 100 Kampoeng Speedy dibangun di Surabaya. Targetnya, akhir 2009, ada 1.000 Kampoeng Speedy di Jawa Timur. Selain mempercepat terealisasinya Jatim e-Province, Kampoeng Speey diproyeksi bisa meningkatkan user internet di Jawa Timur sebesar 5% dari angka semula 15%.
“Kalau user internetnya tumbuh sampai ke kampung-kampung, taraf perekonomian masyarakat pasti semakin meningkat,” kata Triana.
Kampung yang menjadi prioritas utama implementasi Kampoeng Speedy, menurut Triana, adalah kampung-kampung besar yang banyak warganya suka bercengkerama di balai-balai RW. Di wilayah tersebut mulai tumbuh produksi rumahan seperti kerajinan kecil dan sentra-sentra industri UKM. (zal)
0 komentar:
Posting Komentar