04 Agustus 2009 Interkoneksi SLI segera dihapus

Regulator akan seleksi operator telepon internasional baru

Oleh Arif Pitoyo
Bisnis Indonesia

Jakarta: Regulator segera menerapkan aturan sambungan langsung internasional (SLI) berbasis pelanggan, artinya nomor kode akses hanya bisa digunakan oleh pelanggan dari operator SLI masing-masing tahun depan.

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan interkoneksi tidak diperlukan lagi pada saat SLI berbasis pelanggan karena pelanggan operator lain tidak lagi bisa menggunakan kode akses operator SLI lainnya.

“Pelanggan Indosat misalnya, tidak lagi bisa menggunakan kode akses 007 milik Telkom untuk menghubungi nomor internasional, demikian juga sebaliknya, pelanggan Telkom tidak bisa menggunakan kode akses 001,” ujarnya.

BRTI mengungkapkan saat ini sudah ada keinginan dari operator di luar Indosat, Telkom, dan Bakrie Telecom untuk bisa memberikan layanan SLI.

Artinya, apabila SLI dibuka ke operator yang lain, pasarnya akan makin terbuka dan menjadi berbasis pelanggan.

Saat ini regulator sedang mengkaji metodenya, apakah evaluasi atau seleksi dengan beauty contest. Heru mengatakan kepentingan regulator adalah tambahan backbone internasional dan sentral gerbang internasional yang tersebar di banyak wilayah, khususnya timur Indonesia.

“Jumlah lisensi SLI baru yang akan diberikan masih dalam kajian. Namun, kalau dari seleksi SLI terakhir, operator yang dapat menawarkan hal yang tertuang dalam dokumen lelang, bisa dipertimbangkan ikut dalam seleksi,” tuturnya.

PT Excelcomindo Pratama Tbk disebut-sebut merupakan calon kuat peraih lisensi SLI keempat mengingat infrastruktur yang dimilikinya sudah memadai.

Presdir XL Hasnul Suhaimi mengungkapkan pihaknya sangat mendukung seleksi tersebut karena dengan pelanggan seluler lebih dari 150 juta orang memang dibutuhkan lebih banyak lagi operator SLI.

Persaingan di segmen layanan sambungan langsung internasional makin ketat seiring dengan peningkatan volume trafik menit tahun ini.

Pada 2008, misalnya, trafik SLI mendekati 5 miliar menit, sedangkan pada 2006 tercatat 2 miliar menit, dan pada 2005 sebesar 1,87 miliar menit. Pada tahun ini, total trafik SLI diprediksi tumbuh menjadi 5,1 miliar menit.

Indosat sendiri mengklaim pada semester I tahun ini, pangsa pasar SLI mencapai 35%-45%. Secara total, trafik SLI Indosat mencatat pertumbuhan 3,5% dari total trafik 455.821.220 menit 31 Maret 2008 menjadi 471.728.463 menit pada 31 Maret 2009.

Adapun, trafik keluar (outgoing traffic) mengalami pertumbuhan 20,4% per akhir Maret 2009 dibandingkan dengan akhir Maret 2008. “Dari 95.920.768 menit pada 31 Maret 2008 menjadi 115.532.201 menit pada 31 Maret 2009.”

Indosat, meski memiliki dua nomor kode akses, yaitu 001 dan 008, tetapi jaringannya sudah menyatu dan tidak ada perbedaan lagi di antara keduanya.

Pemain tambahan
Di sisi lain, PT Telkom Tbk optimistis layanan sambungan langsung internasional (SLI) 007 miliknya bisa menyumbangkan pendapatan signifikan terhadap perusahaan meskipun jumlah pemain bertambah tahun ini.

Durasi trafik SLI Telkom mencapai 814,3 juta menit dengan komposisi telepon masuk ke Indonesia sebesar 77% dan telepon ke luar negeri (outgoing) sebesar 23%.

Chief Marketing Officer Indosat Guntur S. Siboro mengatakan bisnis SLI sebenarnya sudah makin tidak menarik karena pelanggan sudah bisa menggunakan layanan seluler.

“Volume trafik juga sangat bergantung pada kondisi makroekonomi nasional dan tidak selalu tergantung oleh tarif suatu operator tertentu,” ujarnya.

VP Marketing & Corporate Communication Telkom Eddy Kurnia mengungkapkan apabila dilihat dari jumlah pelanggan Telkom Group yang mencapai 100 juta orang tentunya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Namun, bagaimanapun juga perlu kajian yang matang dan diskusi dengan operator terlebih dahulu sebelum ditetapkan oleh regulator,” ujarnya. (arif.pitoyo@bisnis.co.id)

0 komentar: