11 Agustus 2009 Penambahan Pemain SLI Perlu Ditinjau Ulang

Jakarta, Koran Jakarta – Komite Nasional Telekomunikasi Indonesia (KNTI) meminta regulator untuk memperhatikan kompetisi di jasa Sambungan Langsung Internasional (SLI) sebelum memutuskan menambah pemain di sektor tersebut.

“Regulator jangan buru-buru berencana menambah pemain di SLI. Evaluasi dulu tiga pemain baru diputuskan untuk ada penambahan. Jika dipaksakan, pemain baru seperti Bakrie Telecom tidak bisa kembali investasinya,” ujar Ketua KNTI Srijanto Tjokrosudarmo kepada Koran Jakarta, Senin (10/8).

Kebijakana regulator di SLI dinilai cenderung berubah-ubah. Hal itu bisa dilihat dari pernyataan dirjen Postel ketika akan menambah satu pemain di sektor tersebut yang dimenangi oleh Bakrie Telecom pada dua tahun lalu.

“Kala itu disebutkan cukup tiga pemain karena di dunia internasional umumnya pemain hanya tiga. Sekarang tiba-tiba ada wacana akan ditambah. Ini seperti menguber setoran untuk penerimaan negara dari lelang lisensi,” ketusnya.

Dikatannya, SLI sebenarnya sudah turun pamor, tidak lagi menjadi kue yang menarik, apalagi di tengah konvergensi multimedia yang mengarah kepada IP based. Dengan adanya tiga pemain di sektor layanan tersebut maka sebenarnya sudah ada persaingan meski masih terlalu pagi untuk melihat hasil dari kompetisi itu.

“Baiknya regulator melihat dulu kinerja ketiga pemain ini. Jika ketiga pemain ini tidak mampu melayani kapasitas pelanggan, baru dibuka keran bagi pemain lainnya,” katanya.

Seperti diberitakan, regulator berencana untuk menambah satu pemain baru di bisnis SLI tak lama lagi. Regulator berkayakinan jika pemain ditambah maka bisnis SLI akan berbasis kepada pelanggan masing-masing sehingga interkoneksi tidak begitu dibutuhkan. ■ dni/E-2

0 komentar: