10 Agustus 2009 SMS broadcast diminta secara bertahap

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia

Jakarta: Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) meminta masyarakat pengguna ponsel tidak mengirimkan pesan singkat (SMS) selamat Raya Idulfitri secara broadcast pada Lebaran mendatang.

Heru Sutadi, anggota BRTI, mengatakan pengiriman pesan secara serentak kepada puluhan hingga ratusan nomor ponsel kolega ketika lebaran akan membuat antrean di SMS gateway operator sangat panjang.

“Para operator memang sudah menyiapkan diri menerima lonjakan SMS ketika lebaran. Namun, dengan jumlah pengguna ponsel sebanyak 106 juta nomor di Indonesia saat ini, pengiriman pesan sebaiknya dilakukan bertahap,” ujarnya pekan lalu.

Dia menjelaskan padatnya jumlah pengirim pesan bisa berdampak pada waktu pengiriman pesan. BRTI sudah meminta operator untuk mempertahankan pesan harus bisa dikirim kurang dari 3 menit.

Selain masalah pada pengiriman pesan, padatnya jaringan bisa menyebabkan call drop atau panggilan telepon terputus tiba-tiba. Sesuai dengan standar layanan yang ditetapkan dalam UU No.36/1999 tentang Telekomunikasi, operator mengusahakan banyaknya kasus ini tidak lebih dari 5% dari total panggilan.

“Kami juga meminta operator tidak melakukan instalasi perangkat lunak ataupun keras baru maupun up grading karena berpotensi mengubah konfigurasi sistem terutama pada saat H-3 hinggan H+3 Lebaran,” ujarnya.

Serupa dengan tahun lalau, pada Lebaran tahun ini operator juga diminta untuk terus memperbaiki dan mempertahankan kualitas pelayanan jelang dan saat hari raya serta menyiapkan tim siap sedia (stand by) 24 jam untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat menyebabkan penurunan kualitas pelayanan.

BRTI juga mengkhawatirkan ketersediaan pasokan listrik untuk BTS/RBS/Node-B, BSC dan MSC karena ketika pasokan terkendala menyebabkan terjadinya pelemahan sinyal. Penyelenggara telekomunikasi harus menyiapkan cadangan listrik.

“Kami akan melakukan pengecekan lapangan sewaktu-waktu,” ujarnya.

0 komentar: